Moving to BALI, again! (Indonesia)

Semuanya bermula di bulan Agustus 2016, saya pindah ke Bali, Indonesia untuk menyelesaikan program magang dari kampus. Selama 4 bulan, saya tinggal dan bekerja di Bali, yang hampir sudah saya rasa sebagai “rumah” saya. Setelah program magang selesai, saya memutuskan untuk tinggal di Bali. Saya telah mengirimkan surat lamaran pekerjaan ke beberapa hotel di Bali, mencari rumah untuk disewa bersama teman-teman, dan bahkan berfikir untuk membeli mobil kecil untuk pergi bekerja.

Januari 2017, Saya kembali ke Medan, Indonesia, untuk merayakan Tahun Baru Imlek dan sekaligus berlibur sambil menunggu panggilan wawancara untuk bekerja.

Febuari 2017, Orangtua saya memberitahukan saya tentang rencana mereka untuk mengirim saya ke Australia untuk melanjutkan pendidikan saya, dan rencana untuk pindah ke Bali pun gagal. Semua rencana yang sudah di atur matang-matang harus di hapus, dan saya tahu bahwa saya harus membuat rencana baru.

Maret 2017, Saya mulai mencari informasi tentang cara untuk pergi ke Australia dan apa yang di perlukan untuk pendaftaran. Saya dan orangtua saya setuju bahwa saya harus mengambil Program Bekerja dan Berlibur untuk 1 tahun, untuk mempertimbangkan bahwa Australia benar-benar tempat yang cocok untuk saya tinggal (selamanya, kalau bisa)

Saya mendapatkan informasi bahwa untuk mendapatkan visa tersebut sangat mudah dan 1000 orang diperbolehkan untuk mendaftar setiap tahunnya. Di dalam kepala saya, otak saya berkata bahwa saya harus mengambil kesempatan tersebut. Saya sangat bodoh, berfikir bahwa 1000 adalah angka yang sangat besar, jadi saya pun melanjutkan proses registrasi dan menunggu pemberitahuan tentang tanggal wawancara.

Juli 2017, Rencana yang sudah di atur dengan sangat sempurna harus di hapus, lagi.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari Website Imigrasi Indonesia bahwa ada lebih dari 4000 orang mendaftarkan diri untuk program tersebut, dan dengan sistem “siapa cepat, dia dapat”, website tersebut mengeluarkan daftar dengan nama 1200 names, yang berhak untuk mengikuti wawancara dan nama saya tidak ada di dalam daftar tersebut.

Untuk yang bertanya-tanya mengapa 1200 nama, akan dilakukan 2 wawancara, wawancara pertama dengan Imigrasi Indonesia, dan wawancara kedua dengan Kedutaan Australia, yang berarti, 1200 orang tersebut harus “berjuang” untuk bisa masuk ke dalam daftar “1000 orang terpilih”.

Beberapa hari sebelum berita buruk tersebut diumumkan, says merencanakan perjalanan selama 3 minggu ke Bali dan membeli tiket satu arah, saya juga tidak tahu mengapa saya hanya membeli tiket satu arah, tapi saya merasa saya tidak akan menyesali keputusan saya.

Penerbangan saya dijadwalkan untuk tanggal 24 Juli 2017, dan saya tidak memiliki rencana sama sekali, jadi saya pasti akan merencanakan banyak perjalanan dadakan di Bali.

Agustus 2017, Disinilah saya, sudah 2 minggu di Bali, mencari aktivitas untuk dilakukan, tempat untuk makan, pantai untuk bersantai, dan pekerjaan, kembali ke posisi saya 1 tahun yang lalu.

1 tahun yang benar-benar penuh kejutan! (dan lebih, kedepannya)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s