A Second Chance! (Bahasa Indonesia)

“What is my passion?”

Passion: keinginan dan antusiasme yang kuat untuk sesuatu.

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan orang-orang setelah lulus dari universitas, karena takut tidak dapat menyesuaikan pekerjaan dan kehidupan dengan standar yang sudah ditetapkan oleh masyarakat masa kini.

Jika saya bertanya kepada diri saya sendiri tentang pertanyaan yang sama, apa sebenarnya passion saya?

Terkadang, passion dan hobi dapat disalah-artikan karena kesamaan mereka, sama-sama hal yang ingin saya lakukan sampai saya mati.

Saya ingin menjadi pastry chef, ingin berkeliling dunia, dan ingin menulis, tapi apakah ketiga hal tersebut passion saya, atau hanya sekedar hobi?

Beberapa waktu lalu, saya sempat membuka website untuk lowongan pekerjaan dan menemukan satu posisi, PR Executive di sebuah management hotel dan pekerjaan itu mengharuskan saya untuk menulis, menambah koneksi, dan saya harus menetap di Bali.

Setelah saya mmengirimkan lamaran pekerjaan saya dan melewati beberapa tahap interview dengan perusahaan tersebut, saya sangat tidak menyangka bahwa saya akan diterima dengan jangka waktu yang sangat singkat, hanya 1 minggu sejak saya mengirimkan lamaran pekerjaan saya.

Dengan tidak adanya pengalaman di bidang PR, saya dengan percaya diri menerima pekerjaan tersebut, bukan untuk membuktikan bahwa saya dapat diterima di bidang pekerjaan manapun, tetapi untuk mendukung passion saya untuk menulis dan mendapatkan pengalaman lebih di industry tersebut, untuk menambah koneksi dan berkembang bersama dengan perusahaan yang sudah menerima saya sesuai dengan potensi saya.

Masa-masa galau pun tiba, disaat saya sedang menunggu untuk menanda-tangani kontrak dengan perusahaan, ada beberapa hal yang menganggu pikiran saya, tentang masa depan bisnis dessert saya, dan bisnis lainnya yang sedang saya pikirkan.

Saya pun stuck di tengah-tengah 2 pilihan, memulai membangun bisnis saya atau menjadi PR Executive di sebuah management hotel, menulis dan membangun koneksi.

Beberapa hari kemudian, pertanyaan tersebut pun akhirnya terjawabkan!

Sebuah buah pemikiran datang di saat-saat penentuan, saya mengingat tentang kerja keras saya untuk membangun bisnis dessert saya, waktu dan uang yang terpakai dari hasil pinjaman ke orang tua untuk membuatnya menjadi seperti sekarang ini, yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk melanjutkan bisnis saya.

Saya ingin memulai kembali dengan Box of Dessert, dan karena itu, saya memutuskan untuk re-launching Box of Dessert dengan desain dan bahan baru, tapi masih tetap dengan konsep online,

Box of Dessert 2.0

Dengan tujuan untuk memulai lembaran baru, saya mengganti desain kotak Box of Dessert dengan desain yang lebih elegan dan mengganti bahan utama kami, yaitu cokelat, dengan cokelat belgia berkualitas tinggi.

Membangun bisnis dari nol merupakan hal yang sangat sulit dan memakan waktu yang panjang, apalagi harus mempertahankannya untuk waktu yang lama dengan kompetitor yang menjamur, karena itulah saya merasa harus melanjutkan Box of Dessert, karena BOD sendiri sudah memiliki struktur yang stabil.

Bagaimana dengan menulis dan travelling? Membangun koneksi dan berkeliling dunia?

Saya akan tetap menulis di blog ini sebagai hobby, dan jalan-jalan sesering yang saya mungkin. Memiliki bisnis untuk di perhatikan bukan berarti saya tidak memiliki waktu untuk melakukan hal lain.

Saya akan terus megubah mimpi saya menjadi realita, perlahan-lahan.

 

Dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu,

Ferry William

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s