Mount Bromo and The Essentials (Bahasa Indonesia)

HOW TO GET THERE?

Untuk ke Gunung Bromo, Gue mengikuti tur dari “Nahwa Tour”. Sebenarnya tur ini sendiri juga gue temuin tanpa sengaja dari Google. Ada banyak banget perusahaan yang menyediakan jasa tur ke Gunung Bromo di Google. Tapi setelah beberapa pertimbangan, saya pun memilih “Nahwa Tour” karena tur ini berbasis di Malang, dan website mereka memiliki informasi yang cukup lengkap dan harga yang lebih murah dibandingkan tour lainnya.

Sangat penting untuk kalian menentukan akan memulai tournya dari mana. Beberapa tour mengharuskan kalian untuk berada di kota Surabaya atau Malang, tergantung dari basis penyedia tour tersebut. Gak lucu kan, kalau tur-nya berbasis di Malang trus kalian minta dijemputnya di Surabaya. Kalau ramai yang daftar sih gak apa-apa, kalau daftarnya sendirian? kena maki yang ada. Gue sendiri memilih melalui Kota Malang karena letaknya yang lebih dekat dengan Gunung Bromo. 

Kami di jemput dari hostel sekitar pukul 12 malam dengan menggunakan mobil Jeep dan langsung berangkat ke lokasi perhentian yang pertama, sebuah mini-market di tengah jalan. Gue baru menyadari bahwa mini-market tersebut merupakan tempat perkumpulan Jeep dari semua tur ke Gunung Bromo karena saya sempat bertemu orang lain yang bukan peserta di Nahwa Tour. Dengan perhentian yang pertama ini, Gue dianjurkan untuk membeli barang-barang yang belum sempat gue beli atau sekedar ke kamar kecil dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke perhentian selanjutnya, Sunrise Point.

Gue tertidur selama perjalanan dan baru bangun ketika mobil sudah sampai di pintu masuk lokasi. Satu hal yang pasti, jalanannya rusak banget! Kepala gue berkali-kali menghantam badan Jeep kayak bola basket yang lagi di dribble, maaf yang sebesar-besarnya kepada pemilik Jeep, untung gak pecah tuh kaca jendela.

ANY SCHEDULE FOR THE TOUR?

Saya mengikuti “Open Trip” dari Nahwa Tour, yang berarti saya akan digabungkan dengan grup lain selama tur. Tur ini tersedia setiap hari, tetapi sengan syarat dan ketentuan yang berbeda.

Untuk weekday, tur tersedia dengan minimal 2 orang per group, dan untuk weekend, tur tersedia tanpa minimal partisipan.

Untuk agenda perjalanan tur,  bisa di check disini!

Di agenda perjalanan, ada beberapa lokasi yang diberi tanda sebagai “Opsional”. Opsional disini berarti kamu dapat mengunjungi tempat tersebut atau tidak usah alias di skip. Mengunjungi lokasi yang “Opsional” akan dikenakan biaya IDR 10.000 per orang per lokasi.

HOW MUCH IS THE COST?

Karena saya mengikuti “Open Trip“, harga yang tertera di bawah merupakan harga untuk Open Trip. Tersedia juga private tour kalau kalian datang bersama teman-teman, check harganya disini!

Harga tur untuk weekday adalah IDR 400.000 per orang dengan minimum 2 orang per group, sedangkan untuk harga tur weekend adalah IDR 300.000 per orang tanpa minimum partisipan (Juli 2018).

Untuk pembayarannya, gue membayar setengahnya sebagai DP (Down Payment) dengan cara transfer ke rekening Nahwa Tour, lalu membayar setengahnya lagi kepada guide tur setelah tur sudah selesai dan kami sudah diantarkan kembali ke hostel.

ANYTHING TO BRING FOR THE TOUR?

Barang-barang berikut adalah yang dianjurkan untuk dibawa:

  1. Jaket,
  2. Senter (pakai handphone juga bisa),
  3. Sepatu Gunung (sepatu biasa aja juga bisa),
  4. Sarung tangan dan topi kupluk (sampai sekarang masih nggak ngerti fungsi topi kupluk itu apa).

Saya juga membawa beberapa barang penting, jaga-jaga untuk peristiwa tak terduga:

  1. Masker. Yang gue maksud itu masker kayak yang di kasih abang GoJek ya, bukan masker untuk perawatan kulit. Yakali naik gunung pake masker Etud*. Gue membawa masker juga karena di wanti-wanti oleh teman-teman yang sudah pernah ke Gunung Bromo sebelumnya. Gunung Bromo terletak di tengah-tengah lautan pasir yang dinamakan Pantai Pasir Berbisik, yang pasirnya sendiri berwarna hitam karena merupakan sisa abu vulkanik dari Gunung Bromo (Gunung Bromo masih aktif sampai sekarang). Sebenarnya guide tur juga sudah menyediakan masker untuk semua partisipan, tapi sempat beberapa kali masker gue terjatuh dan langsung tertutup debu, jadi gue merasa satu masker aja ga bakal cukup.
  2. Air mineral dan makanan ringan. Ada banyak sekali warung yang menjual makanan dan minuman di area Gunung Bromo, tapi harganya agak mahal dibandingkan dengan harga di kota.
  3. Beberapa obat-obatan, terutama obat masuk angin. Karena kondisi cuaca di atas gunung sangat dingin disertai angin kencang, dengan kombinasi kurang tidur dan perut kosong pasti rentan banget buat masuk angin. (Tolak Angin FTW)

Nah, kalau semua hal-hal penting sudah di bahas dan kamu juga sudah siap untuk mendaki Gunung Bromo, Go CRAZY!

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s