Mount Bromo and The Crater (Bahasa Indonesia)

Dari gunung penanjakan, sangat dianjurkan untuk tidak tidur dalam perjalanan menuju ke gunung bromo. Total perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dengan mobil jeep, tapi pemandangan terbaiknya terletak di sekitar 5 menit sebelum sampai di area gunung bromo. Gue lupa untuk foto-foto selama perjalanan karena ngantuk banget dan sempat tertidur, tapi gue bisa perlihatkan bagaimana kira-kira pemandangannya.

Travel Hysteria.jpg
Kira-kira beginilah pemandangan yang terlihat, Source: Travel Hysteria.

Karena kami berangkat dari sunrise point lebih cepat dari peserta tur lainnya, kami pun dapat berfoto tanpa takut ada yang merusak latar foto. Sebelum kami mengunjungi kawah gunung bromo, tour guide membawa kami ke sebuah lapangan yang cukup luas dengan gunung batok sebagai latarnya. Disini, kami dapat berfoto dengan pose paling populer di gunung bromo, yaitu berfoto bersama dengan jeep dan pemandangan gunung di belakang. Tapi tanya dulu ke guide-nya ya, jangan langsung panjat aja!

DSCF4029
Untuk kalian yang penasaran, inilah Gunung Batok.
DSCF3980
Harus foto kayak gini kalau lagi di Gunung Bormo.
DSCF4022
Foto Keluarga.

Setelah berfoto selama beberapa menit dan juga foto bersama, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke basecamp untuk mobil jeep, dari sini kami harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai gunung bromo dan kawahnya. Kalau kamu lapar atau haus, jangan takut, disini ada banyak sekali tenda-tenda yang berjualan mie instan, nasi bungkus, dan minuman-minuman hangat seperti teh dan kopi. Jangan takut untuk minum banyak air ya, tersedia toilet bersih juga kok di sekitar basecamp, harganya sekitar Rp 5.000 per orang.

DSCF4027
Pemandangan dari basecamp jeep. Lihat deh keramaian di atas kawahnya.
DSCF4044
Pemandangan dari atas kawah. Kelihatan gak basecampnya?

Ada opsi lain juga untuk kamu yang malas berjalan sejauh itu atau capek, rental kuda, jadi gak perlu jalan sama sekali sampai ke tangga menuju ke kawah. Harganya berkisar sekitar Ro 200.000 per orang dari basecamp menuju ke tangga kawah, dan selama perjalanan gue, setiap beberapa meter pasti ada yang menawarkan rental kuda, dan harganya juga makin lama makin murah karena jarak tempuhnya juga semakin pendek. Harga termurah yang gue dapat adalah Rp 50.000, berjarak hanya sekitar 20 meter dari tangga kawah.

DSCF4040
Kawah Gunung Bromo.
DSCF4043
Jalur kecil untuk mengelilingi kawah.

Setelah pendakian yang agak capek, kawah gunung bromo pun terlihat di depan mata. Ketika gue disana, kawahnya cukup ramai dengan turis lokal dan internasional yang datang berkunjung karena memang kebetulan gue pergi saat akhir pekan. Ada jalur kecil untuk bisa berkeliling kawah dan menikmati pemandangan, tapi gue gak ngelewatin jalur itu karena memang tidak dianjurkan dan cukup berbahaya, mengingat bagian kiri jalur adalah jurang dan bagian kanan jalur adalah kawah bromo. Jatuh ke kiri atau kanan sama aja bahayanya. Gue cukup puas kok bisa melihat kawahnya secara langsung.

Oh iya, gue dapat sebuah tip dari penjaga warung disana, mereka menyarankan kalau ingin datang untuk berfoto, lebih baik datang waktu bulan puasa, karena jumlah pengunjung lebih sedikit setiap harinya. 

Ketika mencoba untuk menjelaskan betapa indahnya gunung bromo dan sekelilingnya, ada beberapa hal yang membuat gue menggelengkan kepala karena kesal dengan situasi di atas kawah. Haruskah gue tulis sesuatu tentang situasi tersebut? atau dibiarin aja?

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s