Rekomendasi Buku: Demian, The Story of Emil Sinclair’s Youth karya Hermann Hesse

Novel sastra ini ditulis oleh Hermann Hesse yang juga merupakan pemenang nobel sastra. Gue dapetin novel ini dari rekomendasi staff di toko buku, katanya novel ini awalnya merupakan novel bahasa Inggris, karena tiba-tiba peminat dari kalangan orang Indonesia makin besar, maka diterjemahkanlah novel ini ke bahasa Indonesia. Awal sebelum gue beli novel ini sih agak ragu karena kalau novel sastra pasti ribet banget bahasanya dan kaku banget jalan ceritanya. Eh, ternyata setelah beberapa riset di Google, novel ini menjadi terkenal di kalangan orang Indonesia lantaran direkomendasiin dari salah satu member Kpop BTS yang sekarang sedang mendunia banget. Pantes aja heboh.

Sedikit sejarah tentang Hermann Hesse yang saya kutip dari novel, beliau lahir pada 2 Juli 1877 di Calw, Jerman, dan tumbuh besar di keluarga yang sangat saat beragama dan terpelajar. Buku ini sendiri mulai ditulis pada tahun 1917 pada saat Perang Dunia I masih berlangsung.

Setelah membaca novel ini, bisa dibilang novel ini cukup menarik dengan latar cerita diambil di Eropa beberapa tahun sebelum Perang Dunia. Novel ini mencantumkan banyak referensi dari Alkitab. Awal ceritanya juga cukup menarik, ceritanya Emil merupakan seorang anak yang memiliki pandangan tentang dua dunia. Dunia pertama adalah dunia yang penuh kehangatan dengan semua yang dia cintai berada di dalamnya, dan dunia kedua adalah dunia yang kacau balau dan penuh dengan kegelapan, dunia yang cukup asing bagi seorang Emil Sinclair. 

Suatu hari, demi pengakuan dari teman-temannya tentang kenakalan yang pernah mereka lakukan, Emil pun mengarang tentang sebuah cerita pencurian yang dia lakukan di sebuah kebun apel. Tanpa disangka, salah satu “temannya” yang berandalan mendatangi Emil dan berkata bahwa dia akan melaporkan semuanya ke pemilik kebun apel karena memang kebun tersebut sudah pernah terjadi pencurian sebelumnya, dan orang yang berhasil menangkap pencurinya akan mendapatkan imbalan. 

Dunia Emil pun mulai terbalik, Emil yang sudah sangat mengenal dunia yang penuh kehangatan harus masuk ke dunia yang penuh dengan kegelapan karena satu kebohongan yang tidak pernah ia lakukan. Dia dipaksa untuk mencuri, berbohong, dan bahkan lama kelamaan rumah dan keluarga yang dulunya hangat menjadi sebuah tempat yang asing untuknya, ia hidup di dalam mimpi buruk akibat dari kebohongannya. Lalu datanglah seorang anak bernama Demian, yang pelan-pelan menuntun Emil untuk melangkah, bukan untuk keluar dari dunia yang penuh kegelapan, tapi untuk mencari jati diri Emil yang sebenarnya.

Gue saranin sih buku ini harus di baca pelan-pelan, soalnya agak membingungkan dan kata-katanya harus di cerna dengan benar. Tapi kalau memang mengerti tentang maksud buku ini, makna yang terkandung di dalamnya itu bagus banget. 

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s