Rekomendasi Makanan di Surabaya (Versi Gak Ribet)

Pertama kali ngunjungin sebuah kota, yang pertama kali gue cari pastinya adalah makanan khasnya. Makanan khas tiap kota di Indonesia itu beda-beda. Kalaupun namanya sama, pasti ada sesuatu yang berbeda baik di dalam ingredients-nya ataupun cara memasaknya.

Kali ini makanan khas Surabaya yang gue rekomendasiin sih sebenarnya juga hasil dari ngeliatin makanan mana yang paling deket ke hostel dan terdengar enak karena waktu gue di Surabaya juga singkat banget cuma 2 malam, jadinya nyobain yang menurut gue bakalan enak dan gak jauh-jauh amat. 

  1. Bebek Sinjay
DSCF3774
1 porsi Bebek Sinjay

Kalau bebek satu ini sih gue pernah nemuin di video salah satu youtuber di Indonesia, dan mereka bilang kalau bebek ini enak banget, jadinya gue bela-belain deh nge-gojek ke Kaza City Mall yang letaknya cukup jauh dari hostel. Karena gue ga research, ternyata ada cabang bebek sinjay yang letaknya deket banget dari hostel, dan deket juga kalau mau ke Tunjungan Plaza (Mall terbesar kedua di Surabaya), lumayan kan biar sekalian ngadem disana kalau kekenyangan.

Nah balik ke Kaza City Mall, Mall ini sih kalau di Medan bisa gue samain dengan Palladium Mall kali ya? Karena Mallnya cukup sepi dan banyak banget lapak kosongnya, jadi ada sedikit kesan serem. Tapi jangan takut, makanannya dijamin enak.

Bebek sinjay-nya terletak di lantai paling atas di lokasi foodcourt paling ujung, kalau nyampe di foodcourtnya pasti langsung kelihatan deh soalnya lapak bebek sinjay yang paling gede dan mencolok banget. Oh iya Bebek Sinjay di Kaza City Mall ini tutupnya jam 7 malam ya.

DSCF3773
Sambelnya JUARA!

Satu porsi bebek sinjay beserta nasi dan minuman (Air mineral atau teh botol) seharga Rp 28.000. Menurut gue sih yang bikin bebek satu ini enak adalah bebeknya yang ga berbau  dan empuk banget, bumbu bebeknya yang gurih dan ada cabenya yang gue belum pernah coba tapi pas banget dipaduin dengan bebeknya. Cabenya sendiri bernama Sambal Pencit, terbuat dari irisan mangga muda dan cabe merah yang pedesnya mantep banget. Jangan lupa untuk bilangin ke staff nya tentang potongan bebek yang kalian mau ya, bisa pilih paha atau dada.

Sepulangnya gue ke Medan, sepupu gue yang sering banget ke Surabaya bilang, kalau ada bebek yang lebih enak, namanya Bebek Pak Janggut, yang kebanyakan penduduk lokal Surabaya yang makan dibandingkan dengan bebek lainnya yang lebih digemari oleh turis dari luar kota. Ntar deh gue cobain kalau ada kesempatan buat ke Surabaya lagi.

2. Soto Madura Gubeng Pojok

DSCF3670
Soto Madura

Gue nyobain soto ini di hari pertama gue nyampe di Surabaya, jam 7 pagi, karena perut keroncongan dan gue ada waktu kosong selama 1 jam, gue pun cari-cari di Google mengenai tempat makan yang sudah buka dan deket-deket hostel, biar gue juga ga perlu buru-buru. Gue pun nemuin Soto Madura Gubeng Pojok yang reviewnya cukup bagus dan deket banget, cuma sekitar 10 menit jalan kaki dari hostel. 

Di lihat dari warnanya sih Soto Madura beda banget dengan Soto Medan, Soto Medan menggunakan santan dengan kuah yang agak kental dan berwarna kehijauan sedangkan Soto Madura terkesan lebih encer dengan warna kuning yang bening.

Untuk yang gak boleh makan sapi sih sepertinya harus mencari tempat makan lain karena  sotonya hanya tersedia soto daging dan soto campur, tapi kalau mau coba makanan selain soto, bisa coba Sate Ayam Ponorogo-nya yang berdasarkan staff disana juga best-seller. Soto dagingnya sih enak untuk gue yang penikmat soto medan, sambelnya juga pedes dan enak buat dicampur ke soto, tapi menurut gue porsi dagingnya terlalu sedikit. 

3. Tahu Telur Pak Jayen

39369775_1067417810094881_6858633841918083072_n
Tahu Telur Pak Jayen, Sumber dari Jolygram

Kalau yang satu ini sih gue direkomendasiin sama staff di hostel yang juga penggemar berat tahu telur, tapi karena laper banget karena hujan lebat dan macet dimana-mana, alhasil gue langsung makan dan lupa foto 😦

Disini ada 2 menu yang tersedia, Tahu Tek dan Tahu Telur, perbedaannya sih kalau Tahu Tek itu perpaduan Tahu dan Lontong, sedangkan Tahu Telur itu Tahu dan Telur yang keduanya disiram saus kacang yang juara banget, selain itu ada tambahan kentang rebus, dan tauge juga. Ketika gue sampai sih agak sepi ya mungkin karena hujan, tapi kata staff hostel sih disini tempatnya ngantri banget. 

Untuk yang suka pedes, bisa minta dibuatin lebih pedes dengan memilih jumlah cabai yang diinginkan. Tipsnya kalau makan di tempat, minta kerupuknya untuk dipisahin di piring lain, karena ngaduk-ngaduk tahu telurnya susah banget dengan kerupuk yang banyak dan kerupuknya juga akan lebih garing di piring terpisah karena ga kecampur dengan kuah kacang.

Untuk harga per porsinya Rp 15.000 per porsi (Maret, 2018) dan gue lihat-lihat sepertinya harganya sekarang naik menjadi Rp 18.000 per porsi dan kalau saus kacangnya kurang bisa minta lagi, gratis!

Bonus: Sambal Bu Rudy

432246_0f68fd4e-f6fa-11e4-947e-a51e87772fba

Nah kalau sambal satu ini sih gue sering banget ngeliat di Instagram dan Youtube, dan kebetulan merupakan sambal kebanggaan Arek-Arek Suroboyo, setiap ada yang ke Surabaya, pasti oleh-olehnya selalu ngebawa sambal satu ini. Karena gue lagi di kota kelahirannya, ga mungkin dong gue ngelewatin kesempatan buat beli ini, apalagi gue sendiri juga belum pernah nyobain. Sumpah pertama kali mau nyobain sih gue deg-degan (lebay) karena dari dulu udah penasaran banget sama rasanya.

Untuk beli sambel ini juga butuh perjuangan sih, soalnya antriannya itu panjang banget dan untungnya stoknya banyak banget sewaktu gue mau beli, jadinya ngantrinya juga dengan senang hati.

Bu Rudy ini menjual 3 jenis sambal, Sambal Bawang (Rp 22.000), Sambal Bajak (Rp 25.000), dan Sambal Ijo (Rp 25.000), tapi gue cuma beli Sambal Bawangnya aja karena yang satu ini yang paling populer. Kalau di tokonya langsung sih mendingan beli banyak karena dapat potongan harga. Gue langsung aja beli 6, lumayan juga dapat kotaknya biar lebih praktis. Bu Rudy ini juga menjual berbagai macam snack dan gorengan, gue ada nyobain beberapa snacknya seperti udang crispy, bak kien (daging gulung), dendeng balado, singkong goreng, kentang crispy, dan masih banyak lagi deh. (Harga sambel di atas sesuai bulan Maret 2018)

Ketika dicoba, sambal Bu Rudy ini enak sih buat gue, gurih dan pedesnya pas juga di mulut. Campur di indomie kuah yang lagi hangat-hangatnya sih juara banget. Oh iya, selain itu Bu Rudy juga ada tempat makan loh, namanya Depot Bu Rudy yang punya berbagai lokasi di Surabaya, gue belum pernah nyobain sih depotnya, next time deh kalau ada ke Surabaya lagi!

Ini makanan yang gue sempet cobain doang ya, bayangin ada berapa banyak lagi makanan enak lainnya di Surabaya yang gue belum coba? 

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.