Hostel Review: My Studio Hotel, Surabaya

Jangan heboh dulu guys! Namanya doang Hotel, tapi harganya Hostel banget kok. Gue memutuskan untuk tinggal di hostel ini karena emang kemana-mana deket banget, bahkan dari Stasiun Gubeng cuma jalan kaki 5 menit. Harga per malam di hostel ini juga cukup murah, kurang lebih gue bayar 100 ribu per hari (Maret 2018) dan udah include breakfast. Untuk breakfastnya sih cuma roti tawar dengan selai coklat dan matcha, cukup puas lah dengan harganya yang ditawarkan. Wifinya juga kenceng!

Plus: 

  • Hostel ini cukup bagus dengan desain yang minimalis dan modern. Yang gue suka dari hostel ini adalah kamarnya yang nyaman banget. Meskipun 1 kamar berisikan 20 bed, waktu masuk ke kamar itu hening banget, kamarnya juga di desain dengan tipe capsul, jadi benar-benar personal spacenya dapat banget,  
DSCF3766
Ini kondisi di dalam kamar dengan 20 bed, suasananya tenang dan nyaman banget!
DSCF3762
“Kamar” gue untuk 2 hari ke depan! Tersedia handuk juga ya guys, jadi gak perlu bawa handuk lagi kalau kesini.
1130161_16020515160039678778.jpg
Untuk yang datang berdua, ada kasur untuk 2 orang juga kok. Image by http://www.agoda.com
  • Ada ruangan penyimpanan yang gede banget dan hanya bisa dibuka dengan access card yang disediakan oleh hotel, canggih!, 
airasiago
Ini lokernya tepat di bawah kasur, dan bukanya harus dengan access card yang diberikan waktu check-in. Image by http://www.airasiago.com
  • Ada lampu dan colokan pribadi, jadi bisa ngecharge handphone dan laptop di ‘kamar pribadi’, dan kerennya mereka juga menyediakan meja laptop yang bisa di lipat ke dalam dindingnya, jadi pas banget buat gue yang tiap malam ngecheck laptop, 
My-Studio-Hotel-City-Center-photos-Exterior.jpg
Ini nih meja praktis yang bisa di lipat. Image from http://www.booked.net
  • Ada partisi buat nutupin kapsul! Meskipun cuma partisi gitu (bukan pintu), tapi cukup kok buat ngedapetin feel personal-nya, 
tripadvisor
Tinggal tarik partisinya sampai ke bawah, jadi kamar sendiri deh. Image by TripAdvisor.
  • Ada mini market deket banget dari hostel,
  • Air minum, kopi, dan teh, tersedia 24 jam, gratis!

Minus:

  • Kamar mandinya sharing dan cuma 2 doang, di lantai 2 dan 4. Karena sharing dengan tamu lainnya ya harus bersabar apalagi kalau pagi-pagi, kalau gak mau telat ya harus bangun lebih pagi biar duluan. Kamar mandi lantai 4 juga boleh di pakai kok, tapi sama aja ngantri juga pastinya kalau pagi.

Hostel Story Time

Di hostel ini gue kenalan sama satu turis China yang lagi sendirian, namanya Ryan. Dia cerita sih sebenarnya dia datang ke Surabaya bertiga dengan 2 temannya lagi yang kebetulan adalah pasangan. Eh tiba-tiba mereka ribut di tengah perjalanan karena masalah pribadi, dan pecahlah mereka, dengan si pasangan itu nginep di hotel berdua dan si Ryan terdampar di hostel karena mahal banget nginep di hotel sendirian. 

Nah Ryan ini termasuk turis China yang wawasannya cukup besar. Fasih berbahasa Inggris, Jerman, dan Mandarin, dan jago banget kalo pembahasannya tentang jalan-jalan. Rupanya dia baru pulang dari Kawah Ijen di Banyuwangi 2 hari yang lalu dan udah ngeliat fenomena api biru Ijen yang cuma ada 2 di Dunia (satunya lagi di Islandia), bangga dong gue sebagai orang Indonesia. Turis internasional aja udah ke Ijen loh, sementara gue dan teman-teman yang lokal belum pernah ke Ijen.

p2-ijen-bluefire-fullday-ijen-trails-packages-details
Fenomena api biru yang cuma ada 2 di Dunia, dan salah satunya terletak di Ijen, Banyuwangi, Indonesia.  Image by http://www.ijentrails.com
liewwkphoto.com.jpg
Photo by http://www.liewwkphoto.com

Awalnya cuma bincang-bincang aja soalnya rencana gue hari itu cukup padat (Cerita tentang kegiatan gue di Surabaya, klik disini!), tapi karena kita sama-sama udah balik ke kamar jam 9 malam dan gak ada kerjaan, tercetuslah ide buat jalan kaki keliling Surabaya, jalan kaki cuy! 2 turis gabut jalan kaki keliling surabaya jam 9 malam! Seru sih, tapi orang surabaya nyetir brutal amat. Dan lucunya si Ryan ini beli buah naga buat oleh-oleh keluarganya, katanya buah naga di Surabaya murah banget. Oh iya, karena dia juga nemenin gue beli sambal bu rudy, akhirnya dia juga beli sambal deh buat oleh-oleh, biar berasa lokal katanya.

Sampai disini aja deh cerita gue di My Studio Hotel, Surabaya! Selanjutnya hostel dimana lagi ya?

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.