Hostel Review: Butik Capsule Hostel, Malang

Untuk hostel satu ini, karena keterbatasan jumlah hostel yang masuk kriteria gue dan hostel ini juga letaknya dekat kemana-mana, maka terpilihlah sebagai tempat tinggal gue selama di Malang. Dulu waktu bulan Maret 2018 sih gue pesen kamarnya seharga 120 ribu per hari dan free breakfast, ini sekarang gue check di Agoda harganya cuma sekitar 87 ribu! Free breakfast juga loh!

Hostel ini terletak deket banget dengan Stasiun Malang, cuma 5-10 menit aja dengan menggunakan taksi online. Pertama kali masuk langsung disambut oleh pengurus hostel untuk pendataan diri sebelum masuk. Jadi untuk masuk ke hostel ini, harus melewati pintu  kaca depan yang selalu dikunci demi keamanan, dan ketika masuk akan disuruh untuk ngelepasin sepatu/sandal dan akan dikasih sandal rumah oleh pengurusnya. Dilanjutkan dengan pendataan diri dan dikasih kunci pintu depan, lalu masuk lagi melewati sebuah pintu yang hanya bisa dibuka menggunakan semacam kartu elektronik dan langsung terlihat deh sekitar 6 bunkbed dengan total 12 kasur.

Plus:

  • Suasananya nyaman banget dengan sebuah taman dan pantry kecil di belakang untuk nonton tv, makan, jemur baju, dan ngobrol. Setiap malam kayaknya gue selalu di taman belakangnya buat sekedar ngobrol atau duduk-duduk aja,

https://www.instagram.com/p/7csMbVSkaO/?taken-by=butikcapsulehostel

  • Pengurusnya ramah banget, bahkan ngenalin gue ke tamu-tamu lainnya dan berakhir kita ngetrip ke Batu dan Gunung Bromo bareng (Baca trip bromo gue disini!),
  • Ada mini market deket banget dari hostel,
  • Air minum, kopi, dan teh, tersedia 24 jam, gratis!

Minus:

  • Handuk dan Selimut harus sewa ke hostel. Karena ketika gue datang dan gak ada handuk dan selimut, jadi gue berasumsi aja kalau memang gak disediakan, tapi ternyata berdasarkan review yang gue baca, harus sewa dari staff resepsionis. Sebenarnya gue gak gitu bermasalah sih, cuma pengen kasi peringatan aja untuk kalian yang mau stay disini. Gue sih emang selalu bawa handuk kecil dan untuk selimut gue pakai kain bali yang biasa gue pakai untuk duduk-duduk di pantai,
  • Kamar mandi untuk dorm laki-laki agak terbuka dan posisinya di sebelah daerah dapur, agak jorok sih, ada kedengaran suara-suara gak jelasnya,
  • Paginya agak berisik. Karena dorm laki-laki letaknya persis di belakang pintu utama, jadinya pagi-pagi bakalan berisik dengan suara sandal, suara telepon di meja resepsionis, suara kendaraan di luar rumah, dan suara orang lalu lalang untuk masuk ataupun keluar. Tapi gak gitu bermasalah juga buat gue karena pagi-pagi juga gue udah bangun buat jalan-jalan, malah ngebantu banget untuk bisa bangun,

https://www.instagram.com/p/BXMB6ZzAKDE/?taken-by=butikcapsulehostel

  • Tempat penyimpanannya kecil banget, alhasil gue harus tidur bareng backpack gue yang segede guling. Gak enaknya sih pas gue tinggal, takutnya ada yang ngusilin tas gue, tapi syukur sampai sekarang belum ngalamin yang seperti itu sih,
  • Ada balkon di lantai atas yang bisa dijadiin tempat santai gitu tapi sayangnya tempatnya itu di lantai 2 (lantai cewek), untuk tamu cowok gak boleh naik ke atas.
BCH_21.jpg
Balkon di lantai 2. Image by http://www.travelingyuk.com

Hostel Story Time

Jujur sebenarnya gue gak baca review sama sekali sebelum masuk ke hostel ini, tapi belakangan sih gw coba baca-baca dan ada beberapa hal yang buat gue sedikit membingungkan. Contohnya ada tamu yang menulis review bahwa di lantai 2 ada dapur dan menyediakan segala jenis mie instan yang boleh di masak, dan termasuk balkon tempat nyantai di lantai 2. Gak adil sih karena tamu cowok gak boleh naik, gue bahkan sempat bilang ke staff untuk temenin gue lihat-lihat ke atas karena gue pengen lihat suasana balkonnya, tetep gak di kasih.

Setelah gue baca-baca sendiri tulisan gue, gue agak ragu untuk menganjurkan hostel ini karena poin minusnya banyak banget, tapi karena hostel ini gue nemuin temen-temen baru dan bahkan keliling Malang, hujan-hujanan di Batu, dan ke Gunung Bromo ngeliat sunrise bareng, bersyukur banget deh kemarin pilih hostel satu ini.

Baca pengalaman gue ke Bromo: Part 1, Part 2, Part 3, dan Part 4.

DSCF4073

Sedikit informasi, barusan gue nge-check, ternyata ada hostel yang lebih murah dan dari fotonya sih fasilitasnya cukup bagus dan lengkap dan letaknya persis di tengah kota banget, namanya Woodlot Hostel, dari reviewnya sih cukup bagus. Next time kalau ke Malang sepertinya akan gue coba hostel satu ini.

Malang Story Time

Di Malang terdapat sebuah hotel bernama Hotel Tugu, yang dibangun oleh keluarga Oei, tempat yang terkenal dengan lukisan Oei Hui Lan, anak dari Oei Tiong Ham, Raja Gula dari Semarang, dan sempat dikenal sebagai orang terkaya di Asia Tenggara. Gue sendiri juga punya buku biografi dari Oei Hui Lan (harus baca, bukunya bagus banget). Kata teman gue yang pernah bekerja disana, dulu foto ikonik Oei Hui Lan sempat dipajang di salah satu ruangan di Hotel, tapi karena ada beberapa tamu yang sempat melihat penampakan seorang wanita berambut panjang dan bahkan media mulai meliput berita-berita tentang lukisan berhantu, ada satu pihak yang membuat sebuah judul film horror yang mengkomersilkan sosok Oei Hui Lan tanpa sepengetahuan si pemilik hotel dan juga keluarga Oei, jadinya foto yang sempat viral tersebut pun disimpan oleh sang pemilik dan digantikan dengan foto Oei Hui Lan yang lebih terlihat kalem.

yukepo.com
Ini nih foto yang sempat viral karena terkesan berhawa seram. Image by yukepo.com
L8712
Ini foto penggantinya yang terlihat lebih kalem. Image by yukepo.com

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s