Hostel Review: Capsule Inn, Medan

Akhirnya gue yang tinggal di Medan punya kesempatan untuk nge-review salah satu hostel terbaru di Medan.

Hostel ini tergolong cukup baru karena umurnya yang belum 1 bulan dan baru dibuka pada tanggal 11 Oktober 2018. Tergolong cukup sepi dengan konsep menarik yang ditawarkan, tapi dengan statusnya yang masih baru, bisa dikatakan hostel jenis ini memiliki prospek yang cukup bagus kedepannya. 

Sebenarnya harga per malam di hostel ini adalah Rp 150.000 per orang, tapi gue nemuin 1 promo dari Dealjava Medan yang memberikan potongan harga 30% jadi Rp 105.000 per orang. Lumayan banget kan itu uang bisa untuk gue ngopi-ngopi. Cara pembeliannya juga gampang banget. Tinggal akses website atau aplikasi Dealjava melalui smartphone kalian, pilih kota Medan sebagai lokasi pencarian, cari “Capsule Inn”, bayar melalui transfer atau kartu kredit, selesai deh. Tinggal bawa voucher yang sudah diterima dan ditunjukkan saat check-in.

Screenshot 2018-11-03 at 5.09.18 PM.png

DSCF5393
Voucher dari Dealjava Medan.

Hostel ini tidak menyediakan mixed room, jadi cuma dibagi dengan Capsule laki-laki dan Capsule perempuan. Capsule perempuan terletak di lantai 2 dan capsule laki-laki terletak di lantai 3, dengan total ada masing-masing 18 capsule per lantai dan memiliki toilet pribadi yang cukup luas di dalamnya. 

Plus:

1. Interior Capsule yang keren banget dan canggih, dengan ukuran yang gak bikin sesak. Sebenarnya ruangan capsulenya agak sedikit tricky karena banyak banget tombol di dalamnya, tapi setelah mulai terbiasa sih seru juga. Design capsulenya sendiri mengambil tema futuristik yang keren banget dengan lampu ruangan seperti film sci-fi hollywood yang bisa di redupin dan di terangin tergantung kebutuhan, lebih kerennya lagi.. bisa ganti warna dong! Selain juga tersedia tv yang ukurannya cukup besar, headset untuk mendengar musik dan menonton tv agar tamu lain gak terganggu, kaca besar yang instagrammable banget untuk foto-foto, brangkas mini untuk menyimpan barang berharga, handuk dan selimut.

DSCF5399
Harus pakai access card untuk buka pintu capsule, canggih!

 

DSCF5400
Kamar gue untuk 1 malam.

DSCF5401

DSCF5405
Dari lampu sampai tv bisa di kontrol dari sini.

DSCF5403

IMG_2135

2. Tersedia Meja lipat untuk bekerja atau sekedar membaca buku. Tapi sama aja bocor karena gak ada colokan untuk charger laptop 🙂

DSCF5426

3. Ukuran loker yang PUAS banget. Gue cukup trauma dengan pengalaman gue sebelumnya, sampai disini sih gue langsung berdecak kagum dengan ukuran lokernya yang seukuran koper kabin pesawat.

DSCF5417

4. Ada loker untuk menyimpan sandal / sepatu dan juga di provide sandal untuk di dalam kamar dan toilet.

DSCF5482

5. Ruangan yang berisikan capsulenya enggak sesak dan ada jendela agar cahaya bisa masuk dari luar. Bahkan ada balkon yang dapat diakses langsung dari dalam kamar untuk tamu yang ingin sekedar cari angin atau pun “sebat dulu”.

DSCF5421

DSCF5423

6. Kamar mandinya terdapat 4 shower dan 2 toilet, cukup luas dengan hair-dryer yang sudah di provide di dalam.

DSCF5455

DSCF5457

7. Ada sebuah coffee shop di lobby bernamai Kedai27, yang merupakan outlet ke 50 di Indonesia. Harga disini juga murahnya gak masuk akal banget. Es Kopi Susu Vietnam dibanderol dengan harga hanya Rp 13.400 (termasuk pajak), lumayan banget kan untuk kalian yang males keluar, bisa nongkrong di cafenya aja. Btw, ada jual makanan juga dengan harga yang pastinya murah juga.

DSCF5478

8. Ada rooftop di atas untuk sekedar duduk-duduk atau memesan makanan dan minuman lewat coffee shop di bawah. Rooftop ini juga bisa di akses oleh pengunjung coffee shop di lobby kalau tidak ada tempat duduk tersisa di bawah.

DSCF5480

9. Air putih gratis. Waktu check-in sih gue dapat 1 botol air mineral. Kalau kalian punya botol sendiri ataupun air mineral yang diberikan waktu check-in sudah habis, tinggal refill aja lewat dispenser di sebelah meja resepsionis.

10. Tersedia breakfast. Breakfastnya cuma roti panggang dan pilihan teh/kopi sih, tapi yang buat menarik adalah biasanya sih gue “masak” breakfast gue sendiri, tapi kali ini “dimasakin” oleh resepsionisnya. Ketika pesen, nanti bakalan ditanyain pilihan selainya, ada cokelat, srikaya, green tea, nenas, dan stroberi, dan pilihan teh atau kopi.

DSCF5485
Roti panggang pakai selai green-tea dan teh hangat.

11. Lokasinya yang cukup strategis karena diapit oleh 2 mall besar di medan, Sun Plaza dan Cambridge City Square, dan disekeliling hostel juga terdapat beberapa cafe dan makanan legendaris seperti Nasi Goreng Komdak yang harganya gak menguras dompet dan enak banget.

Minus:

  1. Gak ada colokan untuk laptop. Memang sih sudah disediakan banyak banget colokan usb untuk handphone, tapi kalau untuk pengguna handphone jadul atau laptop seperti gue, sepertinya agak menyusahkan apalagi gue kemarin berencana untuk langsung nulis review,
  2. Kasur terasa gak nyaman, bertolak belakang dengan keadaan capsule yang cukup mewah. Gue ngerasa nostalgia banget karena dulu waktu gue kuliah, di apartment gue disediakan kasur sejenis ini, yang kalau rebahan diatasnya kelamaan atau sekedar duduk, kasurnya bakalan nyungsep ke dalam dan jadilah bentuknya kayak permukaan bulan yang bocor-bocor kena meteor,
  3. Bulu-bulu dari selimutnya bisa nempel di baju. Setelah gue kelar foto-fotoin interior capsule dan pengen nyantai, tentu aja gue langsung tarik selimut dong dengan keadaan capsule yang adem-adem nyaman. Tapi, ketika gue mau cabut ke cafe bawah buat ngecharge laptop, gue ngeliat kaos gue (gue pakai kaos hitam) udah penuh dengan bulu-bulu putih halus, kayak abis menggelinding di kapas. Sebenarnya sih tergantung masing-masing orang, tapi menurut gue ini menggangu gue banget karena gue ga bawa baju ganti 😦 Pelajaran untuk para pencari hostel/hotel: bawa roller untuk mengangkat debu pakaian,
  4. Pertama kalinya gue gak ngeliat ada kopi dan teh yang ready 24 jam untuk tamu, tapi gak ngaruh sih karena coffee shop di lobby juga murah-murah dan enak banget, tapi sayangnya jam buka coffee shop tersebut cuma dari jam 8 pagi sampai 10 malam.

Hostel Story Time

Ketika gue check-in, gue iseng tanyain ada berapa tamu lain selain gue, dan tau gak jawabannya apa? 1 tamu cowok, jadi tambah gue total ada 2 tamu di dalam ruangan berisikan 18 capsule di tanggal gue nginep. Agak horor apalagi capsule gue juga letaknya paling ujung, untungnya malam sekitar jam 10, tamu yang dari pas gue check-in belum keliatan sampai sekarang pun akhirnya balik. Setelah berkenalan dan berbincang-bincang, dia rupanya datang dari Jakarta dan sedang ada urusan pekerjaan di Medan. Kerjaannya juga seru-seru banget, riset di Tangkahan yang terkenal dengan pemandian gajahnya dan katanya besok mau berangkat ke Danau Toba juga untuk riset!

Kapan ya bisa dapat kerjaan yang ngirim gue untuk kerja sambil jalan-jalan?

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s