Part 2: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Setelah kelar dengan urusan pendaftaran, gue pun mulai mempersiapkan diri untuk wawancara di Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta di daerah Kuningan. Bagi yang penasaran dengan step by step cara gue mendaftar untuk wawancara, boleh dibaca disini!

res-726
Surat Undangan Wawancara dari Website Imigrasi.

Untuk proses wawancaranya sih terbilang cukup mudah, ketika pendaftaran kamu sudah diverifikasi dan kamu sudah mendapatkan undangan wawancara, kamu tinggal bawa undangan wawancara dan semua dokumen asli yang pernah kau upload di website imigrasi untuk mendaftar wawancara, nih gue tulis lagi deh kalau pada males baca Part 1 nya:

Untuk lulusan dalam negeri:

  1. Surat Undangan Wawancara yang di print dari website imigrasi
  2. Pas foto ukuran 4×6 dengan latar putih
  3. Passport yang berlaku minimal 18 bulan dari tanggal wawancara (tanggal wawancara! bukan tanggal pendaftaran!)
  4. e-KTP
  5. SKCK minimal dari Kepolisian Daerah (Polda)
  6. Ijazah D3/S1 (Tidak boleh menggunakan Surat Keterangan Lulus)
  7. Kartu Hasil Studi (Transcript Nilai) (HARUS ASLI)
  8. Sertifikat IELTS min score 4.5 (Sertifikat IELTS biasanya berlaku 2 tahun)
  9. Surat Referensi Bank atas kepemilikan dana minimal AUD $5000 (Jika rekening atas nama orang tua/wali, wajib melampirkan surat jaminan dari orang tua/wali yang bermaterai cukup, KTP, dan Kartu Keluarga).

Untuk lulusan luar negeri:

  1. Surat Undangan Wawancara yang di print dari website imigrasi
  2. Pas foto ukuran 4×6 dengan latar putih
  3. Passport yang berlaku minimal 18 bulan dari tanggal wawancara (tanggal wawancara! bukan tanggal pendaftaran!)
  4. e-KTP
  5. SKCK minimal dari Kepolisian Daerah (Polda)
  6. Ijazah D3/S1 (Tidak boleh menggunakan Surat Keterangan Lulus)
  7. Kartu Hasil Studi (Transcript Nilai) (HARUS ASLI)
  8. Kartu Tanda Mahasiswa (Gak boleh pakai surat kerterangan, harus KTM ASLI)
  9. Surat Referensi Bank atas kepemilikan dana minimal AUD $5000 (Jika rekening atas nama orang tua/wali, wajib melampirkan surat jaminan dari orang tua/wali yang bermaterai cukup, KTP, dan Kartu Keluarga).

Nah kalau ada yang nanya, “yang belum lulus kuliah, boleh mendaftar gak?” 

Boleh dong! Cuma perlu beberapa dokumen di bawah ini:

  1. Surat Undangan Wawancara yang di print dari website imigrasi
  2. Pas foto ukuran 4×6 dengan latar putih
  3. Passport yang berlaku minimal 18 bulan dari tanggal wawancara (tanggal wawancara! bukan tanggal pendaftaran!)
  4. e-KTP
  5. SKCK minimal dari Kepolisian Daerah (Polda)
  6. Surat Keterangan sebagai Mahasiswa Aktif dari Kampus
  7. Kartu Hasil Studi (Transcript Nilai) (HARUS ASLI)
  8. Kartu Tanda Mahasiswa (Gak boleh pakai surat kerterangan, harus KTM ASLI)
  9. Sertifikat IELTS min score 4.5 (Sertifikat IELTS biasanya berlaku 2 tahun) (Kalau kuliah luar negeri, IELTS gak diharuskan)
  10. Surat Referensi Bank atas kepemilikan dana minimal AUD $5000 (Jika rekening atas nama orang tua/wali, wajib melampirkan surat jaminan dari orang tua/wali yang bermaterai cukup, KTP, dan Kartu Keluarga).

SEMUA DOKUMEN ASLI YA!! (Sengaja pakai huruf besar biar pada inget)

Undangan wawancara gue terbit tanggal 15 November 2018, Karena wawancara gue jatuh pada tanggal 21 November 2018, tanggal 19 November gue sudah sampai di Jakarta, sekalian jalan-jalan lah ceritanya. Gue tinggal di apartment di daerah Jakarta Pusat. Sebenarnya ada beberapa penginapan murah di daerah Jakarta Selatan yang dekat banget dengan Imigrasi Jalarta, jadinya tinggal jalan kaki doang kesana, tapi kalau tinggal di daerah Jakarta Selatan, maka kemana-mana pasti jauh banget, apalagi kalau mau main ke daerah Jakarta Utara, jadinya gue pilih Jakarta Pusat aja deh, kemana-mana jaraknya standard. Tapi kalau untuk kalian yang datang ke Jakarta hanya untuk wawancara, terus langsung balik lagi ke kota masing-masing, gue saranin sih tinggal di Jakarta Selatan aja. Ada beberapa pilihan hotel murah yang gue dapat dari grup WHV di Line app:

  • ZEN Rooms Karet Pedurenan, Double Room: disini!
  • ZEN Rooms Setiabudi Barat, Deluxe Room: disini!
  • RedDoorz Plus @ Karet Pedurenan 3: disini!
  • RedDoorz Plus @ Karet Setiabudi: disini!
  • RedDoorz Plus @ Setiabudi Tengah: disini! 

Kalau untuk kalian yang pengen jalan-jalan seperti gue, mending tinggal di daerah Jakarta Pusat aja, jadi kemana-mana gampang dan gak terlalu jauh, ini apartment yang kemarin gue tinggal, puas banget dengan harganya yang cukup murah dan ada 2 kamar di dalam, sudah termasuk  dapur untuk memasak, concierge 24 jam di lobby yang ramah, dan suasana apartment yang nyaman banget berasa gak mau pulang:

Screenshot 2018-12-17 at 12.11.27 PM.png
Klik disini!

Step Kedua

Jangan lupa untuk membawa semua dokumen yang diperlukan! Karena sistemnya “siapa cepat, dia dapat”, banyak dari anggota-anggota di grup WHV yang berlomba-lomba untuk dateng lebih awal, bahkan ada yang sudah sampai di imigrasi pukul 6 padahal di surat undangannya sudah dituliskan bahwa wawancara dimulai pukul 9 pagi, sedangkan gue baru bangun pukul 6.30, agak panik sih karena di grup WHV seperti sedang live attendance gitu entah sudah berapa banyak orang yang sampai, gue pun akhirnya sampai di imigrasi pukul 9 pagi, dan benar aja, antriannya udah banyak banget, tapi masi ada beberapa orang yang datang lebih telat dari gue.

Gue yang dateng cukup “on time” sih agak stres melihat antrian segitu banyak, tapi ternyata antrian tersebut ga berlangsung cukup lama, gue cuma duduk selama sekitar 45 menit hingga akhirnya di panggil untuk wawancara.

Nah jadinya sesampai di Imigrasi, gue diharuskan untuk mendaftarkan kehadiran diri untuk wawancara dengan melampirkan surat undangan dan e-KTP asli untuk di periksa petugas apakah ada kesalahan data diri di surat undangan yang gue dapat. Setelah itu, proses menunggu wawancara pun di mulai, total gue menunggu sekitar 45 menit lalu dipanggil untuk masuk ke lobby untuk menunggu lagi sekitar 15 menit untuk giliran wawancara gue di meja-meja wawancara yang tersedia. Jadi di dalam lobby tersedia sekitar 6 meja untuk wawancara WHV, dan gue diarahkan secara random ke meja nomor 6.

Sebelumnya, di grup WHV banyak yang bercerita dan mewanti-wanti karena petugas akan menanyakan pertanyaan dalam bahasa inggris dan harus di jawab dengan bahasa inggris juga, bahkan ada yang sampai membuat contoh script kira-kira pertanyaan apa yang akan ditanyakan dan cara menjawabnya. Tapi ketika gue memulai wawancara, petugasnya cukup ramah kok. Gue cuma disuruh untuk mengeluarkan semua dokumen asli yang kemarin gue gunakan untuk mendaftar wawancara, lalu ditanyain pertanyaan-pertanyaan umum seperti “kuliah dimana”, “kuliah jurusan apa”, “di australia mau kemana”, “asalnya dari mana”, “di jakarta jalan-jalan kemana aja”, pokoknya semua pertanyaannya yang basic banget deh. Lalu setelah selesai wawancara, karena ada kesalahan input di surat undangan, gue diarahkan ke counter khusus untuk meng-edit biodata gue yang salah input. Total proses wawancara gue menghabiskan waktu selama 1 jam 25 menit; 1 jam menunggu, 20 menit wawancara dan edit data, 5 menit foto-foto bareng anak-anak 21 November 😀

Tips and Trick

Kemarin waktu gue nunggu, ada beberapa orang termasuk satu temen gue yang memang ditolak untuk wawancara datang dan mengajukan banding kepada staff yang sepertinya sedang capek campur kesal. Temen gue mengupload semua file dengan benar tapi tetap ditolak, setelah mengajukan banding kepada staff imigrasi di depan, sepertinya staff tersebut hanya memeriksa asal-asalan dan tetap memutuskan bahwa temen gue ini dokumennya tidak lengkap, bahkan mengatakan juga kalau SKCK teman gue di bawah Polda, padahal SKCK-nya terbitan Polda, akhirnya teman gue pun pulang dengan tangan kosong. Intinya sih kalau mau protes karena kesalahan sistem, cari aja Pak Endar yang merupakan Person in Charge di Imigrasi, kalau mau nanya-nanya perihal kesalahan website atau apapun itu, boleh hubungin CS Imigrasi WHV di 082113767654

Oh iya, petugas nantinya juga akan memberitahu kalau SRPI akan terbit dalam 1 – 7 hari, tapi ada beberapa yang tanggal 21 November malam sudah terbit. kalau punya gue sih terbit tanggal 22 November siang sekitar pukul 1. Terbit atau tidaknya SRPI hanya bisa dilihat di website imigrasi, jadi kamu harus rutin cek websitenya terus, setiap jam juga boleh kalau lagi bosen.

Screenshot 2018-12-17 at 1.31.43 PM
Notifikasi di website Imigrasi.
res_726
Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia gue pun terbit.

Nah kalau SRPI sudah terbit, step selanjutnya.. Mendaftar visa WHV di Australia Visa Application Center di VFS Global Kuningan!

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

7 thoughts on “Part 2: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

  1. Hi, Ferry. Mau tanya utk apply WHV kalo lulusan luar negeri tapi ga ada transcript nilai gmn ya?
    Krn saya lulusan design & art, waktu itu hanya terima certificate Bachelor gitu.
    Thanks before!

    Like

    1. Halo Erika!

      Waktu dateng wawancara, diharuskan membawa semua dokumen asli yg sudah kamu upload waktu mendaftar untuk SRPI, jadi surat referensinya harus bawa yang kemarin kamu pakai untuk mendaftar.

      Semoga membantu!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.