Part 3: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Bagi yang ingin membaca part sebelumnya, boleh langsung di klik Part 1, dan Part 2.

Setelah gue mendapatkan SRPI gue yang merupakan dokumen terpenting untuk apply visa WHV, besoknya gue langsung berangkat ke Australia Visa Application Center (AVAC) di VFS Global di Mall Kuningan City. Di mall ini terdapat beberapa VFS Global dengan tujuan negara yang berbeda, VFS Global Australia sendiri terletak di lantai 3.

Untuk apply visa WHV, dokumen yang diperlukan sedikit berbeda dengan dokumen untuk wawancara di imigrasi, berikut dokumen-dokumen yang diperlukan:

  1. 1 Form 1208 (click to download), tata cara pengisian form 1208 bisa dilihat disini!
  2. Passport Asli (WAJIB BAWA)
  3. 1 set fotokopi Paspor (halaman depan, belakang, dan semua halaman dengan cap/visa),
  4. 1 lembar Pas foto ukuran bebas dengan latar putih,
  5. 1 lembar SRPI,
  6. 1 lembar fotokopi Kartu Keluarga,
  7. 1 lembar fotokopi Akte Kelahiran,
  8. 1 set CV (Daftar Riwayat Hidup),
  9. 1 lembar Surat ASLI Referensi Kepemilikan Dana Bank sebesar AUD $5,000 (Karena surat referensi cuma berlaku 3 bulan, sebaiknya kamu membuat surat referensi yang baru untuk mendaftar visa WHV),
  10. 1 lembar fotokopi ijazah D3/S1,
  11. 1 lembar fotokopi transcript nilai,
  12. 1 lembar fotokopi sertifikat IELTS (Surat Keterangan Lulusan Mata Pelajaran Berbahasa Inggris untuk yang kuliah luar negeri)

Total biaya yang dikenakan untuk visa WHV adalah 

  • Visa: Rp 5.010.000
  • Walk-in: Rp 115.500
  • Logistic Sales: Rp 165.000
  • Total: Rp 5.290.500

Nah untuk biaya di atas, kalau kamu datang via appointment, maka tidak akan dikenakan biaya walk-in, gak ngerti sih itu fungsinya apa, mungkin untuk memperketat pengamanan disana?? Menurut gue walk-in lebih gampang sih, gue juga gak terkejar waktu apalagi dengan keadaan jakarta yang cukup macet. Antriannya juga bentar doang, gue bahkan belum sempat duduk dan sudah dipanggil ke counter. Ya resikonya kena biaya Rp 115.500 aja, the choice is yours. 

Untuk mendaftar via appointment, bisa di cek di website di bawah ini

Step Ketiga

Gue yang udah menyiapkan semua dokumen beberapa hari sebelumnya malah dikejutkan dengan dokumen yang gue print ternyata salah! Untuk form 1208, pastikan form kalian adalah form 1208 tahun 2018, karena yang sempat gue print dan sudah gue isi adalah form 1208 tahun 2013. Paginya setelah print form 1208 yang baru, gue pun langsung menuju ke Mall Kuningan City. 

Sesampainya di Mall Kuningan City, langsung aja naik lift ke lantai 3 menuju VFS Global Australia (kalau bingung, tanyain security aja, mereka udah ngerti kok kalau urusan VFS). Untuk kalian yang belum mengisi file ataupun lupa fotokopi dan print, di depan VFS Global ada sebuah coffee shop yang bisa didudukin untuk mengisi file dan sekalian ngopi, dan di VFS Global juga ada fasilitas fotokopi dan printing, tapi sebenarnya gue gak menganjurkan sama sekali untuk print dan fotokopi disini.

Nantinya ketika masuk, kamu harus melewati sebuah metal detector dulu dan akan ditanyain apakah kamu membawa laptop atau tidak. Habis itu, tinggal masuk ke dalam deh menuju Australia Visa Application Center (AVAC) dan mengambil nomor antrian lewat security disana.

Nantinya di dalam AVAC, kamu akan dipanggil sesuai dengan nomor urut yang kamu pegang. Jangan takut ngantri deh, counternya banyak banget dan pelayanannya juga cukup cepat. Nanti di panggilan pertama, kamu harus mengeluarkan semua file yang diperlukan untuk kebutuhan visa, dan akan ditanyakan tentang alamat email kamu untuk mengirim HAP ID dan hasil visa. Kalau ditanyain apakah kamu mau memakai layanan SMS untuk pemberitahuan HAP ID dan visa, mending jangan deh, karena akan dikenakan charge Rp 25.000 tanpa adanya pemberitahuan dari pihak AVAC. Mending pakai email aja, gratis!

Setelah itu, kamu akan di panggil untuk membayar biaya visa di counter kasir. Saran gue, mending pakai cash aja dan usahakan uang pas. AVAC gak menerima debit card dan credit card. Kelar deh abis itu udah boleh pulang dan tinggal nungguin HAP ID yang akan dikirimkan ke email kamu dalam beberapa waktu kedepan.

Beberapa tips untuk kamu yang ingin ke VFS Global:

  1. Jangan bawa laptop

Sebenarnya sih boleh-boleh aja bawa laptop, tapi harus dititipkan ke dalam loker karena tidak boleh dibawa masuk ke dalam ruangan, biaya penyewaan lokernya juga agak mahal, sekitar Rp 35.000

  1. Pastikan semua dokumen sudah dipersiapkan karena biaya print di VFS Global mahal!

Bukan pengalaman gue sih, tapi ada beberapa anak-anak di grup yang kelupaan print sesuatu, dan mencoba jasa printing di VFS Global, harganya kebangetan banget, dan kalaupun harus print disana, pastikan membawa uang pas karena petugas kelihatannya gak tertarik untuk ngasih uang kembalian :p Denger-denger sih print per lembar harganya Rp 15.000, dan pakai internet bentar aja dikenakan Rp 11.000 (ini denger info dari orang :p)

3. Boleh bawa tas gak?

Boleh dong! Malah ada yang bawa 2 tas gede juga tetep boleh masuk, intinya sih jangan bawa laptop.

4. Mending walk-in atau buat appointment dulu?

Walk-in aja! Ribet banget buat appointment,  apalagi dengan macetnya jakarta, dikasih waktunya cuma 10 menit sebelum dan setelah waktu appointment, kalau telat, ya hilang deh itu appointment-nya. Kadang kalau lagi ramai-ramainya orang apply visa, appointment itu harus dibuat 1-2 minggu sebelumnya, sedangkan walk-in tinggal langsung masuk, ngambil nomor antrian, kasih dokumen, bayar, kelar.

Ada hal penting yang gue pengen bahas, yaitu HAP ID. 

Apa itu HAP ID? HAP ID ini adalah semacam ID berupa 2 lembar file yang akan diemailkan kepada kamu setelah apply visa WHV di AVAC. Nantinya dengan ID ini, kamu harus melakukan cek kesehatan di rumah sakit/klinik yang telah disetujui dan bekerja sama dengan Kedutaan Australia, jadi nanti kamu hanya tinggal melakukan cek kesehatan, dan setelah selesai, hasilnya akan langsung dikirimkan oleh rumah sakit/klinik ke Kedutaan Australia untuk memutuskan apakah visa kamu akan lolos atau tidak.

Panel Doctor list - As of March 2018
List Rumah Sakit/Klinik yang terdaftar

Kemarin, ada 2 kelompok orang yang apply visa WHV, kelompok yang sudah medical check duluan, dan kelompok yang medical check setelah apply visa.

Gue sendiri sih termasuk ke dalam kelompok yang medical check setelah apply visa, karena gue enggak terburu-buru dan di kejar waktu. Sedangkan untuk kelompok yang satunya, ada beberapa dari mereka yang sudah memutuskan kapan akan berangkat dan bahkan sudah membeli tiket pesawat ketika harganya lagi promo, jadinya harus kejar deadline, kalau visa gak keluar on-time, ya tiket pesawat hangus.

Untuk orang-orang seperti gue, prosesnya lebih gampang karena HAP ID akan diurus oleh AVAC Jakarta dan akan dikirimkan ke email setelah beberapa hari membuat permohonan visa di AVAC. Jadi setelah HAP ID muncul, kamu hanya tinggal pergi ke rumah sakit/klinik yang terdaftar dan medical check. Tapi dengan cara gue yang satu ini, proses menunggunya yang agak panjang karena harus menunggu HAP ID selama 11 hari. Biasanya sih 20 – 40 hari kerja, gue cukup baruntung sih karena ada beberapa orang yang nunggu sampai 1 bulan.

Kalau untuk yang terburu-buru dikejar waktu, selagi menunggu verifikasi SRPI, ada baiknya sudah boleh mulai membuat HAP ID nya sendiri. Loh? Bisa buat sendiri? Bisa dong! Tinggal pantengin aja video disini! Atau kalau pada males, nih ada step by step-nya.

IMG_3839

Nantinya satelah HAP ID selesai, kamu tinggal melakukan medical check dan mengambil hasilnya kalau sudah keluar. Ketika akan apply visa WHV di AVAC, tinggal lampirkan aja HAP ID kamu dan bukti kalau kamu sudah melakukan medical check di rumah sakit/klinik yang terdaftar.

Nah kalau apply visa WHV udah kelar, next.. medical check! (untuk yang ikutan jalur normal, apply visa baru medical check)

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

2 thoughts on “Part 3: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.