Part 4: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Bisa dibilang ini merupakan bagian akhir yang juga terbilang paling mendebarkan, apalagi udah menempuh perjuangan yang cukup lama demi mendapatkan visa WHV. Yang penasaran dengan pengalaman gue sebelumnya, boleh dibaca disini Part 1, Part 2, dan Part 3.

11 hari setelah mendaftar visa, gue menerima email dari AVAC Jakarta berisikan HAP ID untuk melakukan medical check. HAP ID ini hanya berlaku 30 hari dari tanggal terbitnya, jadi jangan nunggu kelamaan untuk medical check. Bersamaan dengan HAP ID, gue juga menerima daftar rumah sakit/klinik yang bekerja sama dengan Kedutaan Australia untuk melakukan medical check disana, dan kebetulan, di Medan ada 1 kllinik yang terdaftar, yaitu Pramita Klinik. 

  • Nih alamat lengkapnya: Jl. Pangeran Diponegoro No.37, Madras Hulu, Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara 20151
  • Nomor Telepon: (061) 4525925
  • Email (Appointment): visamedical@yahoo.co.uk

Panel Doctor list - As of March 2018

Persyaratan yang perlu dibawa juga cukup mudah:

  1. Passport ASLI,
  2. Print out HAP ID yang diterima dari AVAC Jakarta.

Step Keempat

Gue berangkat ke Klinik Pramita pada tanggal 5 Desember 2018 pukul 8 pagi, dan sesampainya disana, akan ditanyain oleh security tentang tujuan kedatangan, bilang aja untuk medical check visa australia, nantinya kamu akan dibawa ke ruang duduk di dekat pintu belakang dan diberikan nomor antrian. Kalau kebetulan gak ada security, langsung aja jalan lurus ngelewatin meja administrasi, tempat duduknya ada persis di sebelah kanan, menghadap ke arah ruangan Dokter Hartono Taslim. Nantinya tinggal ambil aja nomor antrian yang digantung di sebelah pintu ruangan dokter.

Saat menunggu, gue yang bosen mencoba ngeliat sekeliling, lalu mata gue tertuju di depan pintu Dr. Taslim. Dengan jelas disana tertulis bahwa untuk medical check visa australia harus melakukan appointment terlebih dahulu, HARUS. Gue yang saat itu belum ada appointment pun langsung panik karena gue mengambil nomor antrian pertama dan sudah ada beberapa orang yang ikut mengantri. Gue langsung menulis email untuk dikirimkan ke Klinik Pramita, tapi ternyata nomor gue sudah dipanggil dan gue langsung aja masuk ke dalam. Sesampainya di dalam, dokter menanyakan nama gue dan persyaratan medical check, gue yang takut medical check ketolak pun bilang bahwa gue belum buat appointment dan langsung aja disuruh keluar sama tuh Dokter, tapi gue ada sedikit nanya-nanya sambil berjalan keluar, ternyata appointment harus dibuat via email dan akan dikirimkan jadwalnya entah itu beberapa hari ke depan atau bahkan besok juga langsung bisa. Dokternya sendiri langsung menerima daftar appointment dari klinik, jadi perihal appointment gak bisa diproses oleh Dokter langsung. 

Gue pun pergi ngopi dulu karena kepala agak mumet. Gue agak sibuk dari tanggal 6-13 Desember sehingga agak sulit untuk membuat appointment, apalagi dengan jadwal yang dikirimkan secara random. Tapi gue pun akhirnya menulis email panjang lebar ngejelasin tentang jadwal gue yang cukup padat, dan ternyata klinik tersebut ngasih gue jadwal medical check di tanggal 17 Desember jam 8.30 pagi! Baik banget dah admin kliniknya!

Nantinya, yang akan diperiksa untuk kebutuhan medical check adalah kesehatan mata, telinga, tekanan darah, tinggi dan berat badan, tes urin, dan chest x-ray. Gue sempet syok karena membaca pengalaman teman-teman lainnya ketika medical check di Jakarta. Ada yang disuruh membuka semua pakaian (kecuali celana dalam) dan dan diganti dengan pakaian rumah sakit yang biasa kita lihat di tv-tv, ada yang harus mengambil sampel darah, dan bahkan harus diperiksa oleh dokter dalam keadaan hanya memakai celana dalam. Tapi setelah gue ngelewatin medical check di Medan, gue ngerasa malah perbedaannya drastis banget, 360 derajat malah.

Tanggal 17, akhirnya gue kembali lagi dengan membawa semua persyaratan. Sesampainya di dalam ruangan Dokter, dokumen gue di check dan langsung ditanyain perihal obat-obatan yang sedang dan pernah dikonsumsi, apakah pernah mengalami depresi atau tidak, dan lain sebagainya. Lalu dilanjutkan dengan cek kesehatan mata pada umumnya (ngeliat huruf-huruf lalu disebutin), difoto close-up wajah menggunakan kamera, cek telinga, cek tekanan darah, lalu dibawa ke ruangan lain untuk cek tinggi dan berat badan. Selanjutnya gue disuruh menunggu sebentar dan dipanggil ke kasir untuk melakukan pembayaran dengan harga kurang lebih Rp 600.000 – Rp 700.000 (gue agak lupa) Setelah melakukan pelunasan, gue diberikan sebuah wadah kecil untuk tes urin dan setelah selesai, tinggal meletakkan wadah tersebut di konter yang disediakan. Disuruh menunggu lagi, dan dipanggil untuk chest x-ray. Nah, biasanya chest x-ray ini mengharuskan pasien untuk melepaskan pakaian, seperti teman-teman di Jakarta yang diharuskan memakai pakaian khusus, tapi di kasus gue, dengan pakaian lengkap gue cuma disuruh untuk langsung berdiri di depan peralatannya dan dalam hitungan detik, chest x-ray pun kelar. Gak ada acara buka-buka baju di medical check kali ini. Setelah itu, kelar deh disuruh pulang dan menunggu hasil visa yang akan dikirimkan ke email.

Tips and Trick

  • Diharuskan membawa kaca mata untuk kalian yang ada pakai,
  • Istirahat yang banyak, karena kalau badan kecapekan malah rentan kena penyakit,
  • Tidak boleh dalam masa Haid ketika melakukan medical check
  • Tidak usah puasa, tapi sebisa mungkin hindari junk food sehari, entah itu makanan berminyak, bersantan, makanan asin, atau micin sebelum melakukan medical check. Gue gak tau sih ini ngaruh atau enggak, tapi mending 1 hari gak makan begituan daripada visa ketolak,
  • Minum air banyak-banyak, dan pastikan buang air kecil dulu pagi-pagi setelah bangun. Ada yang saranin untuk minum susu b**r brand sih, tapi ini gue juga gak tau ngaruh atau nggak,
  • Pastikan kalian juga membawa uang cash yang cukup atau credit card, karena gak bisa pakai debit card di klinik ini.

Oh iya, untuk di Klinik Pramita ini, hasil medical check tidak akan diperlihatkan ke kita, jadi bagus atau enggaknya cuma Klinik Pramita, Dokter, Kedutaan Australia dan Tuhan doang yang tau. Gue juga ada nanya, boleh gak hasil medical check dikirimin ke email, tetep gak boleh, rahasia katanya. Admin kliniknya berasa anak ABG banget.

Dan akhirnya setelah menunggu 3 hari, tanggal 20 Desember 2018 ada sebuah email masuk yang berisikan bahwa visa WHV gue udah terbit! Senangnya bukan main! Eits, tapi berhasil ngedapetin visa ini bukan berarti perjalanan gue udah kelar, masih ada banyak banget yang harus gue urusin sebelum bisa berangkat ke Australia dengan tenang, mau stay dimana, mau ngapain, mau terbang tanggal berapa, belum lagi faktor kesiapan mental karena gue sepertinya bakalan berangkat sendiri dan pindah jauh banget ke negara lain.

Dengan keadaan seperti ini, gue cuma bisa bilang,, Wish me luck! 

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

7 thoughts on “Part 4: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

    1. Halo Alfan,

      Sejauh ini sih belum perna dengar tentang tidak lulus medical check up, tapi pengalaman teman saya, ketika medical check-nya ada sedikit gangguan, kamu enggak bakalan langsung digagalin kok! Pihak rumah sakit tempat kamu melakukan medical check akan menghubungi kamu untuk memeriksa kondisi kamu dan kamu akan diberikan waktu untuk recovery, lalu melakukan medical check sekali lagi agar hasilnya lebih mendukung untuk visa kamu granted.

      Kalau medical check up kamu gagal, sebenarnya bukan pengembalian dana sih yang harus kamu khawatirkan, malahan penambahan biaya karena kamu harus melakukan penyembuhan dan medical check up untuk kedua kalinya, berarti harus bayar obat dan biaya medical check pun jadi dobel.

      Untuk pengembalian dana sih gue enggak pernah dengar, dan kemungkinan besar dana tidak akan dikembalikan kalau medical check up tidak lulus. Misalnya nih si A membayar sebuah rumah sakit untuk mengetahui kondisi kesehatannya, waktu hasilnya keluar eh ternyata si A kurang sehat. Gak mungkin dong minta refund?

      Semoga membantu!

      Like

  1. Hi,

    Apakah kita harus sudah dapat pekerjaan untuk bisa apply WHV? Karna aku dapat info dari salah satu agent kalo WHV diperuntukkan yang sudah dapat kerjaan atau ada tugas kerja resmi dari perusahaan di indoenesia untuk kerja disana.

    Makasih

    Like

    1. Halo Puteri!
      Kalau aku saranin sih mending untuk urusan WHV diurus sendiri aja, jangan melalui agent, karena cara pengurusannya juga gampang banget, kalau pendaftaran melalui agent juga belum tentu visanya granted, bahkan ada beberapa teman yang mendaftar melalui agent, membayar sejumlah uang yang kalau ditotalkan sekitar 10 kali lipat dari biaya yang saya keluarkan, dan tetap visanya ditolak (dan pastinya uangnya juga hangus).

      Kamu TIDAK HARUS memiliki pekerjaan atau tugas resmi dari manapun itu untuk bisa bekerja di Australia melalui program WHV. Rata-rata para WHV-ers baru mulai mencari pekerjaan ketika sudah sampai di Australia. Saya aja sampai di Australia masih bisa leha-leha dulu buat jalan-jalan sebelum mencari pekerjaan. Agentnya kok ga meyakinkan ya, info kok ngawur banget.

      Semoga membantu!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.