Hostel Review: Uno Capsule Hostel, Medan

Setelah setahun lebih gue bergelut di bidang per-blog-an, akhirnya gue mendapatkan undangan untuk menilai salah satu hostel terbaru di Medan, Uno Capsule Hostel. Tapi meskipun gue udah diundang dan ditunjuk untuk hal sepenting ini, gue akan tetap memberikan review yang sejujur mungkin dan selalu memberikan kritik yang membangun tentunya. Continue reading “Hostel Review: Uno Capsule Hostel, Medan”

Behind the Beauty of Teletubbies Hill

Teletubbies Hill is a beautiful, green hill located on Samosir Island, this story actually happened in November 2017.

One thing I am disappointed about Teletubbies Hill is the people (in this case, the local Indonesian, not the local from Samosir), whom held some kind of tourism promotional event on the hill, but when they were finished the event, they eventually forgot about the trash they left behind (yes, just think positively that they forgot, not that they don’t want to clean their mess, or else it will be much harder to forgive them)

Guess who cleaned their mess? A German citizen, who decided to brought a place at Samosir Island and called it their home. They even asked the local kids to help them. Even though Indonesia is not their country, they’re much more Indonesian than the local Indonesian whom claimed that they love Indonesia.

That night, a majority of rooms were booked by the Ministry of Tourism and the representative from the Ministry of Tourism came to us to do some survey regarding the tourism in Samosir. I totally forgot to ask whether the earlier event at the Teletubbies Hill was their event, but I was being totally honest with the survey, especially on the part regarding the poor awareness of the government and the locals to improve Samosir’s tourism.

DSCF3240DSCF3239

Part 4: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Bisa dibilang ini merupakan bagian akhir yang juga terbilang paling mendebarkan, apalagi udah menempuh perjuangan yang cukup lama demi mendapatkan visa WHV. Yang penasaran dengan pengalaman gue sebelumnya, boleh dibaca disini Part 1, Part 2, dan Part 3. Continue reading “Part 4: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

Part 3: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Bagi yang ingin membaca part sebelumnya, boleh langsung di klik Part 1, dan Part 2.

Setelah gue mendapatkan SRPI gue yang merupakan dokumen terpenting untuk apply visa WHV, besoknya gue langsung berangkat ke Australia Visa Application Center (AVAC) di VFS Global di Mall Kuningan City. Di mall ini terdapat beberapa VFS Global dengan tujuan negara yang berbeda, VFS Global Australia sendiri terletak di lantai 3. Continue reading “Part 3: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

Part 2: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Setelah kelar dengan urusan pendaftaran, gue pun mulai mempersiapkan diri untuk wawancara di Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta di daerah Kuningan. Bagi yang penasaran dengan step by step cara gue mendaftar untuk wawancara, boleh dibaca disini! Continue reading “Part 2: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

Part 1: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Pertanyaan pertama pastinya adalah, apa itu WHV? WHV sendiri adalah singkatan dari Work and Holiday Visa yang memberi kesempatan untuk bekerja dan berlibur selama 1-2 tahun di negara-negara yang memiliki hubungan kerja sama dengan Indonesia, dan tahun ini, gue  diri untuk program WHV ke Australia. Tiap tahunnya, pendaftaran program WHV dibuka setiap bulan Juli dan disediakan kuota sebesar 1000 orang untuk bekerja paruh waktu dan berlibur di Australia selama 1 – 2 tahun, pendaftarannya juga dengan menggunakan sistem rebutan, jadi bener-bener chaos banget, bahkan dalam waktu beberapa jam saja 1000 kuota tersebut sudah penuh.

Pertanyaan pertama pastinya adalah, apa itu Work and Holiday Visa Australia? Visa ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada pemegang passport Indonesia berusia 18-30 tahun untuk bekerja dan berlibur ke Australia selama 1-2 tahun. Sebenarnya WHV ini ada di banyak negara, tapi untuk pemegang passport Indonesia, sejauh ini kita baru bisa apply WHV di Australia saja. Tiap tahunnya, pendaftaran program WHV Australia dibuka setiap bulan Juli dan disediakan kuota sebesar 1000 visa untuk orang Indonesia, pendaftarannya juga dengan menggunakan sistem rebutan, jadi bener-bener chaos banget, bahkan dalam waktu beberapa jam saja 1000 kuota tersebut bisa langsung ludes. Continue reading “Part 1: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

Candi Borobudur: Nyari Sunrise, Dapatnya Pelangi

Sesampainya di Yogyakarta dan beberes, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Jauh sebelum sampai di Jogja, gue udah bikin janji untuk ketemuan dengan Debora, temen gue sewaktu kuliah di Malaysia, yang secara tidak sengaja, gereja yang dia kunjungi terletak tepat dibelakang hostel yang gue tempatin. Continue reading “Candi Borobudur: Nyari Sunrise, Dapatnya Pelangi”