Part 1: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)

Pertanyaan pertama pastinya adalah, apa itu WHV? WHV sendiri adalah singkatan dari Work and Holiday Visa yang memberi kesempatan untuk bekerja dan berlibur selama 1-2 tahun di negara-negara yang memiliki hubungan kerja sama dengan Indonesia, dan tahun ini, gue  diri untuk program WHV ke Australia. Tiap tahunnya, pendaftaran program WHV dibuka setiap bulan Juli dan disediakan kuota sebesar 1000 orang untuk bekerja paruh waktu dan berlibur di Australia selama 1 – 2 tahun, pendaftarannya juga dengan menggunakan sistem rebutan, jadi bener-bener chaos banget, bahkan dalam waktu beberapa jam saja 1000 kuota tersebut sudah penuh.

Pertanyaan pertama pastinya adalah, apa itu Work and Holiday Visa Australia? Visa ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada pemegang passport Indonesia berusia 18-30 tahun untuk bekerja dan berlibur ke Australia selama 1-2 tahun. Sebenarnya WHV ini ada di banyak negara, tapi untuk pemegang passport Indonesia, sejauh ini kita baru bisa apply WHV di Australia saja. Tiap tahunnya, pendaftaran program WHV Australia dibuka setiap bulan Juli dan disediakan kuota sebesar 1000 visa untuk orang Indonesia, pendaftarannya juga dengan menggunakan sistem rebutan, jadi bener-bener chaos banget, bahkan dalam waktu beberapa jam saja 1000 kuota tersebut bisa langsung ludes. Continue reading “Part 1: Pengalaman Mendaftar Work and Holiday Australia 2018 (Tips and Trick)”

Candi Borobudur: Nyari Sunrise, Dapatnya Pelangi

Sesampainya di Yogyakarta dan beberes, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Jauh sebelum sampai di Jogja, gue udah bikin janji untuk ketemuan dengan Debora, temen gue sewaktu kuliah di Malaysia, yang secara tidak sengaja, gereja yang dia kunjungi terletak tepat dibelakang hostel yang gue tempatin. Continue reading “Candi Borobudur: Nyari Sunrise, Dapatnya Pelangi”

Hostel Review: Capsule Inn, Medan

Akhirnya gue yang tinggal di Medan punya kesempatan untuk nge-review salah satu hostel terbaru di Medan.

Hostel ini tergolong cukup baru karena umurnya yang belum 1 bulan dan baru dibuka pada tanggal 11 Oktober 2018. Tergolong cukup sepi dengan konsep menarik yang ditawarkan, tapi dengan statusnya yang masih baru, bisa dikatakan hostel jenis ini memiliki prospek yang cukup bagus kedepannya.  Continue reading “Hostel Review: Capsule Inn, Medan”

Candi Borobudur: Tips For Sunrise Hunter

Candi Borobudur memiliki paket sunrise dan sunset yang cukup banyak diminati oleh turis domestik dan mancanegara, yang dimana kedua paket tersebut ditawarkan oleh Manohara Hotel selaku satu-satunya hotel yang memiliki akses langsung menuju Candi Borobudur. Continue reading “Candi Borobudur: Tips For Sunrise Hunter”

Hostel Review: Wakeup Homestay, Yogyakarta

Nah untuk hostel satu ini gue booking juga setelah pertimbangan lokasi, harga dan fasilitas. Untuk lokasinya sih gue kaget banget karena gue kan turun dari Stasiun Yogyakarta, dan karena gak tau, gue pun pesen taksi online dari sana untuk ke Hostel. Setelah dapat, si supir taksi online yang sangat baik hati ini tlepon gue dan bilang, “ngapain pesan taksi, wong jalan cuma 5 menit toh”! Setelah gue cek, ternyata emang deket banget cuma jalan kaki bentar. Akhirnya setelah meminta maaf karena gue harus cancel pesenan taksi, gue pun jalan lewat pintu kecil di sisi stasiun dan bener aja, langsung nyampe dong. Continue reading “Hostel Review: Wakeup Homestay, Yogyakarta”

Hostel Review: Butik Capsule Hostel, Malang

Untuk hostel satu ini, karena keterbatasan jumlah hostel yang masuk kriteria gue dan hostel ini juga letaknya dekat kemana-mana, maka terpilihlah sebagai tempat tinggal gue selama di Malang. Dulu waktu bulan Maret 2018 sih gue pesen kamarnya seharga 120 ribu per hari dan free breakfast, ini sekarang gue check di Agoda harganya cuma sekitar 87 ribu! Free breakfast juga loh! Continue reading “Hostel Review: Butik Capsule Hostel, Malang”

Hostel Review: My Studio Hotel, Surabaya

Jangan heboh dulu guys! Namanya doang Hotel, tapi harganya Hostel banget kok. Gue memutuskan untuk tinggal di hostel ini karena emang kemana-mana deket banget, bahkan dari Stasiun Gubeng cuma jalan kaki 5 menit. Harga per malam di hostel ini juga cukup murah, kurang lebih gue bayar 100 ribu per hari (Maret 2018) dan udah include breakfast. Untuk breakfastnya sih cuma roti tawar dengan selai coklat dan matcha, cukup puas lah dengan harganya yang ditawarkan. Wifinya juga kenceng! Continue reading “Hostel Review: My Studio Hotel, Surabaya”