Hostel Review: Wakeup Homestay, Yogyakarta

Nah untuk hostel satu ini gue booking juga setelah pertimbangan lokasi, harga dan fasilitas. Untuk lokasinya sih gue kaget banget karena gue kan turun dari Stasiun Yogyakarta, dan karena gak tau, gue pun pesen taksi online dari sana untuk ke Hostel. Setelah dapat, si supir taksi online yang sangat baik hati ini tlepon gue dan bilang, “ngapain pesan taksi, wong jalan cuma 5 menit toh”! Setelah gue cek, ternyata emang deket banget cuma jalan kaki bentar. Akhirnya setelah meminta maaf karena gue harus cancel pesenan taksi, gue pun jalan lewat pintu kecil di sisi stasiun dan bener aja, langsung nyampe dong.

Screenshot 2018-10-14 at 11.36.31 PM
Nih dilihat dari google map, deketnya kebangetan, jalan kaki 4 menit doang.

Di hostel ini ada sebuah cafe di bawah yang buka sampai jam 5 sore (seingat gue) yang kopinya enak dan receptionist yang jaga 24 jam jadi aman banget. Kamar gue harganya sekitar 120 ribu per malam (Maret 2018) dan letaknya di lantai 3 dan sayangnya gak ada lift, jadinya harus gotong tas ke atas. Tapi memang sejauh ini gue belum pernah nemuin hostel yang ada lift sih, mungkin gue mainnya kurang jauh ya? 

Wakeup-Homestay-Jogja

Hostelnya cukup bersih dengan kamarnya yang luas dan hebatnya, gue kan pesan kamar dengan 10 bed, tapi ketika gue check-in, tamu nya cuma gue seorang di kamar itu, antara serem dan bahagia, tapi lebih condong ke bahagia deh. Kata resepsionisnya dalam 2 hari baru ada yang check-in dan bakalan full tuh 10 bed, jadinya gue nikmatin bener deh itu sekamar sendirian. By the way, free breakfast juga dong, biasa lah dengan teh, kopi, roti tawar dan beberapa pilihan selai seperti stroberi, meses cokelat, dan selai kacang. Cukup puas kok!

39376195
Kamar dengan 10 bed. Image from http://www.wakeuphomestay.com
39376181
Kamar dengan 4 bed. Image from http://www.wakeuphomestay.com
39376190
Ini penampakan bed-nya. Tuh loker di sebelah bed menurut gue ukurannya puas banget. Image from http://www.wakeuphomestay.com

Plus:

  • Kamar mandinya luas banget! Dijamin gak bakal ngantri deh,
  • Tempat penyimpanan tasnya gede banget meskipun harus pakai gembok sendiri,
  • Ada rooftop di atas yang digunakan sebagai tempat breakfast dan tempat hangout, jadi bisa sunsetan disana waktu sore,
  • Air minum, kopi, dan teh, tersedia 24 jam, gratis! Kalau mau bayar, beli aja di cafe bawah! hehe,
  • Ke jalan Malioboro deket banget!
Screenshot 2018-10-14 at 11.52.28 PM.png
Tuh ke Jalan Malioboro cuma jalan kaki 7 menit. Total jarak tempuh cuma 550 meter dong.
  • Ada mini market dekat banget dari hostel,
  • Jalanannya cukup ramai karena ada pub di seberang dan beberapa hotel di sekitar, jadi pulang larut malam juga gak masalah, dijamin aman.

Minus:

  • Di seberang hostel itu ada sebuah pub yang tiap malam ada live music-nya, gue sih gak masalah karena musiknya juga musik kekinian, tapi yang gue gak suka setiap pulang atau keluar hostel pasti ada mas-mas gak jelas yang jualan jasa prostitusi gitu, jadi kesannya ni tempat gelap banget, hati-hati aja ya apalagi untuk yg solo traveling.
  • Kayaknya itu aja deh minusnya (mikir sampai bingung karena gak bisa menemukan minusnya hostel ini)

Hostel Story Time

Oh iya untuk kamu yang datang dengan teman-teman, tersedia juga kamar untuk 4 orang yang harganya hanya sekitar mungkin 80 ribu per orang (booking online), lumayan kan untuk menghemat pengeluaran.

img_0784.jpg
Pemandangan sambil sarapan.

Gue saranin banget untuk nikmatin sunset di rooftop-nya karena kerennya parah banget. Gue sebenarnya nemuin ini tempat sunset tanpa sengaja karena suatu hari gue ga keluar kemana-mana dan cuma habisin waktu di rooftop yang ada ayunan kecilnya. Tempat sebagus ini sayang banget ga di promote sama hostelnya, jadi gue dengan ikhlas dan senang hati promosiin deh untuk followers gue yang gak seberapa, mudah-mudahan nih hostel bisa terkenal dengan sunset-nya.

542890763.857649
Pemandangan sunset dari rooftop Wakeup Homestay.

Yogyakarta Story Time

Di Yogyakarta, ada sebuah alun-alun yang terkenal banget bernama Alun-Alun Kidul. Nah di alun-alun ini terdapat 2 buah pohon beringin yang besar banget dan terletak persis di tengah alun-alun dengan jarak beberapa meter satu sama lain. Konon katanya, kalau kamu bisa berjalan melalui tanah kosong diantara pohon beringin dengan mata tertutup, maka impian kamu akan dikabulkan. Gimana kalau gagal? Coba lagi aja sampai bisa!

Pohon-Beringin-Kembar-di-Alun-alun-Selatan-dan-Perumpamaannya
Ini nih Alun-Alun Kidul yang terkenal dengan beringin kembarnya. Image from sintiaastarina.com

Karena kebetulan gue ke alun-alun kidul pada malam hari, gue gak nyobain deh untuk jalan dengan menutup mata karena rada serem aja ntar waktu buka mata, gue kesedot ke dimensi lain atau gimana gitu *ngeles terus. Kalau pagi atau siang si gue ayok aja, mau jalan berapa kali juga gue ayok. Belakangan gue baru tau ternyata jalannya gak sendirian, tapi barengan sama mas-mas yang sewain penutup matanya. Yahh, kalo gini sih gue berani. Nyesel banget deh gue gak nyobain.

DSCF8300
Ini pemandangannya kalau malam. Maaf ya blur, alun-alunnya gelap banget dan tangan tremor gak tertolong.

Di malam hari, alun-alun ini ramai banget dengan orang-orang jualan makanan, penduduk yang datang untuk nongkrong, atau sekedar duduk menikmati suasana malam. Setelah gue lihat-lihat secara langsung disana, sebenarnya menurut orang-orang si pasti bakalan gampang untuk jalan karena tinggal jalan lurus doang, tapi setelah mengobservasi (ceileee observasi), kebanyakan yang udah percaya diri banget malah melipir kesana kemari, jarang ada yang sukses ngelewatin tuh tanah kosong di tengah, malah ada yang jalan lurus aja ke gerobak bakso dan gak balik-balik.

Laper kali ya?

 

With burning curiosity,

Ferry William

Instagram: @ferry_william

Facebook: Ferry William

Twitter: @ferrywilliam

Email: ferrywilliamm@gmail.com

 

Hostel Review: Butik Capsule Hostel, Malang

Untuk hostel satu ini, karena keterbatasan jumlah hostel yang masuk kriteria gue dan hostel ini juga letaknya dekat kemana-mana, maka terpilihlah sebagai tempat tinggal gue selama di Malang. Dulu waktu bulan Maret 2018 sih gue pesen kamarnya seharga 120 ribu per hari dan free breakfast, ini sekarang gue check di Agoda harganya cuma sekitar 87 ribu! Free breakfast juga loh! Continue reading “Hostel Review: Butik Capsule Hostel, Malang”

Hostel Review: My Studio Hotel, Surabaya

Jangan heboh dulu guys! Namanya doang Hotel, tapi harganya Hostel banget kok. Gue memutuskan untuk tinggal di hostel ini karena emang kemana-mana deket banget, bahkan dari Stasiun Gubeng cuma jalan kaki 5 menit. Harga per malam di hostel ini juga cukup murah, kurang lebih gue bayar 100 ribu per hari (Maret 2018) dan udah include breakfast. Untuk breakfastnya sih cuma roti tawar dengan selai coklat dan matcha, cukup puas lah dengan harganya yang ditawarkan. Wifinya juga kenceng! Continue reading “Hostel Review: My Studio Hotel, Surabaya”

6 Tips Memilih Hostel untuk Pemula

Karena tema jalan-jalan gue adalah backpacking, gue memutuskan untuk tinggal di hostel di kota-kota yang akan gue datengin.

Hostel merupakan versi murah dari Hotel, dimana hostel lebih banyak digunakan oleh traveler yang ingin jalan-jalan sendirian, karena pembayaran hostel itu per kasur, bukan per kamar, lumayan kan dari pada tinggal di hotel yang harga semalamnya udah bisa buat nginap di hostel selama beberapa hari.  Continue reading “6 Tips Memilih Hostel untuk Pemula”

Rekomendasi Makanan di Surabaya (Versi Gak Ribet)

Pertama kali ngunjungin sebuah kota, yang pertama kali gue cari pastinya adalah makanan khasnya. Makanan khas tiap kota di Indonesia itu beda-beda. Kalaupun namanya sama, pasti ada sesuatu yang berbeda baik di dalam ingredients-nya ataupun cara memasaknya.

Kali ini makanan khas Surabaya yang gue rekomendasiin sih sebenarnya juga hasil dari ngeliatin makanan mana yang paling deket ke hostel dan terdengar enak karena waktu gue di Surabaya juga singkat banget cuma 2 malam, jadinya nyobain yang menurut gue bakalan enak dan gak jauh-jauh amat.  Continue reading “Rekomendasi Makanan di Surabaya (Versi Gak Ribet)”

Train Experience: Yogyakarta to Surabaya in a Business Coach (Bahasa Indonesia)

Ketika mendengar tentang “Kelas Bisnis”, kalian pasti berfikir bahwa pengalaman gue kali ini mewah banget. Tanggal 5 maret 2018, gue mendarat di Yogyakarta sekitar pukul 10 malam. Harusnya sih jadwal perjalanan gue dimulai di Surabaya, tapi kok gue bisa ada di Yogyakarta? Continue reading “Train Experience: Yogyakarta to Surabaya in a Business Coach (Bahasa Indonesia)”

Train Experience: Yogyakarta to Surabaya in a Business Coach (English)

When you heard of “Business Coach”, you might think about how luxury my experience was. 5th of March 2018, safely landed in Yogyakarta at 10 pm. My travelling shedule were supposed to start at Surabaya, but why was I happened to show up in Yogyakarta?  Continue reading “Train Experience: Yogyakarta to Surabaya in a Business Coach (English)”