Malang and It’s Beautifully Dangerous Villages (Bahasa Indonesia)

Setelah menghabiskan 2 malam di Surabaya, saya pun melanjutkan perjalanan saya ke Kota Malang, sekitar 2 jam dengan menggunakan kereta api. Dari stasiun Gubeng di Surabaya, kereta api dijadwalkan untuk berangkat pukul 7.30 pagi dan sampai di kota Malang pukul 9.30. Malang merupakan kota kecil sekitar 93 km dari Surabaya dengan temperatur yang cukup sejuk dibandingkan kota Surabaya, dengan alamnya yang indah dan makanannya yang enak-enak.

Continue reading “Malang and It’s Beautifully Dangerous Villages (Bahasa Indonesia)”

Advertisements

Malang and It’s Beautifully Dangerous Villages (English)

After spending two nights at Surabaya, I continued my journey to Malang, around one and a half hour by train. From Surabaya Gubeng Station, the train is scheduled to leave Surabaya at 7.30am and will be arriving Malang at 9.30am. Malang is a small city around 93 km from Surabaya with a mild temperature, it’s beautiful nature and culinary paradise. Continue reading “Malang and It’s Beautifully Dangerous Villages (English)”

A Second Chance! (Bahasa Indonesia)

“What is my passion?”

Passion: keinginan dan antusiasme yang kuat untuk sesuatu.

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan orang-orang setelah lulus dari universitas, karena takut tidak dapat menyesuaikan pekerjaan dan kehidupan dengan standar yang sudah ditetapkan oleh masyarakat masa kini.

Jika saya bertanya kepada diri saya sendiri tentang pertanyaan yang sama, apa sebenarnya passion saya? Continue reading “A Second Chance! (Bahasa Indonesia)”

A Second Chance! (English)

“What is my passion?”

The question that most people asked themselves after they graduated from the university, fearing to fail the standard of “living the dream” that has been set by the public.

If I want to ask myself the same question, what is my passion? Continue reading “A Second Chance! (English)”

Happy New Year 2018!

First of all, I would love to thank everyone for the enormous loves and supports from the first day I started my blogging journey until now.

Five months have passed and with thirty-three (33) stories published along the way, lessons learned and experiences gained.

January 2018, the beginning of my 6th’s month as a story teller for everyone out there, connected through the internet, with a goal to prove myself that I can do more than what I think I am capable of.

It’s all in the matter of perception, what you and everyone think about yourself is not going to define who you really are, at least that’s what I’m going to prove in seven months (5th of August 2018).

Happy New Year 2018!

– Ferry William (Medan, 1st of January 2018)

 

Wonderful Indonesia: Samosir Island Pt. 3 (Bahasa Indonesia)

Hari ketiga, hari terakhir pertualangan kami!

Setelah check-out dari hotel, kami pun menuju ke sisi lain pulau Samosir, yang merupakan satu-satunya jalan untuk mengakses pulau Samosir melalui jalan darat. Pulau Samosir sebenarny terhubung dengan pulau Sumatera di daerah barat pulau, menghubungkan kota Pangururan di Samosir dan Kota Tele di Sumatera Utara. Total perjalanan melalui darat memakan waktu sekitar 10 jam dari Samosir kembali ke Medan (Perjalanan dari Medan ke Samosir hanya memakan waktu 4-5 jam). Tapi semuanya terbayarkan dengan pemandangan yang spektakuler di sisi lain Samosir yang sangat jarang dilewati oleh turis-turis.

Continue reading “Wonderful Indonesia: Samosir Island Pt. 3 (Bahasa Indonesia)”